Muhammad Nazar Gamers Indonesia sejak 2007, Menjadi pengurus beberapa Organisasi di DKI Jakarta, Lulusan di salah satu Sekolah favorit di DKI Jakarta, Terjun di bidang blogger ini ingin berbagi pengalaman dan pengetahuan melalui website pribadi.

MAJAS : Pengertian, Macam-macam dan Contoh Majas

3 min read

Pengertian Majas

Pengertian Majas Secara Umum

Apa itu Majas? Dan ada berapa macam-macam Majas yang kamu ketahui? Secara umum, definisi majas ialah gaya bahasa yang digunakan penulis untuk memberikan penyampaian sebuah pesan dengan cara imajinatif dan kias.

Majas digunakan untuk menyampaikan sesuatu pesan secara imajinatif, baik melalui lisan maupun dengan tulisan yang sama dengan apa yang penulis pikirkan dan rasakan.

Pengertian Majas Menurut Para Ahli

Agar kita bisa memahami tentang Majas, kita bisa merujuk kepada pendapat para ahli berikut ini:

  1. Prof. Dr. H. G. Tarigan

Pengertian Majas menurut Prof. Dr. H. G. Tarigan adalah suatu cara untuk mengungkapkan pikiran menggunakan gaya bahasa dengan cara khas yang mempertunjukan jiwa dan kepribadian dari seorang penulis.

  1. Goris Keraf

Definisi Majas menurut Goris Keraf adalah suatu gaya bahasa pada karya sastra yang disampaikan dengan jujur, sopan-santun, dan menarik.

  1. Aminuddin

Definisi Majas menurut Aminuddin adalah suatu cara gaya bahasa yang digunakan penulis untuk memaparkan gagasannya yang sesuai dengan efek dan tujuan tertentu yang akan dicapai.

  1. Luxemburg dkk

Pengertian Majas menurut Luxemburg dkk ialah suatu gaya bahasa yang menandakan ciri khas dalam sebuah teks. Artinya, pada saat tertentu sebuah teks dapat dibedakan dengan yang lainnya.

Jenis-Jenis Majas

A. Majas Perbandingan

Definisi majas perbandingan ialah jenis majas yang digunakan untuk membandingkan antara suatu objek dengan objek lainnya secara penggantian dan penyamaan.

Pada Majas perbandingan memiliki beberapa sub jenis, yaitu:

  • Personifikasi, yaitu gaya bahasa yang ungkapannya itu seakan benda mati yang bisa bersikap seperti manusia.

Contoh: “Pepohonan itu menari sejak terbitnya matahari.”

  • Metafora, yaitu gaya bahasa yang dipergunakan sebagai kiasan secara eksplisit bisa mewakili sesuatu maksud berdasarkan dengan persamaan atau perbandingan.

Contoh: “Kelurahan ini bebas dari sampah masyarakat.”

  • Asosiasi, yaitu gaya bahasa yang membandingkan 2 objek yang berbeda, tetapi disamakan dengan menambahkan kata sambung seperti, baik, dan bagaikan

Contoh: “Adik dan Kaka memiliki wajah seperti bak pinang dibelah dua.”

  • Hiperbola, yaitu gaya bahasa yang diungkapkan dengan kesan berlebihan dan hampir tidak masuk akal.

Contoh: “Ibuku sangat baik bagaikan malaikat.”

  • Eufemisme, yaitu gaya bahasa yang mengganti kata yang kurang baik atau kurang etis dengan kata ganti yang lebih halus dan bermakna yang sama.

Contoh: “buang air kecil menggantikan kata kencing.”

  • Metonimia, yaitu gaya bahasa yang menyandingkan merek atau istilah tertentu untuk merujuk kepada benda yang umum.

Contoh: “Aku dibelikan handphone Samsung oleh Ayahku.”

  • Alegori, yaitu gaya bahasa yang menyandingkan objek dengan kata-kata kiasan bermakna ungkapan.

Contoh: “Tria sedang mencari pelabuhan cintanya, dan kepada Nazarlah dia berlabuh.”

  • Sinekdok, yaitu gaya bahasa yang menunjukkan perwakilan pada pengungkapan sesuatu. Sinekdok terbagi menjadi 2 macam, yaitu:

1.Sinekdok pars pro toto merupakah gaya bahasa yang menyebutkan separuh unsur benda untuk menjelaskan maksud dari keseluruhan benda.

Contoh: “orang itu tidak nampak batang hidungnya.”

2.Sinekdok totem proparte merupakan gaya bahasa yang menyebutkan seluruhnya untuk menjelaskan separuh situasi atau benda.

Contoh: “Sekolahku menjuarai lomba futsal tingkat Kota.”

  • Simbolik, yaitu gaya bahasa dengan membandingkan antara sikap manusia dan makhluk hidup lain pada bentuk ungkapan.

Contoh: “Ardan seorang yang cerdas seperti Si Kancil.”

B. Majas Pertentangan

Pengertian majas pertentangan merupakan suatu gaya bahasa pada karya sastra untuk mengutarakan suatu hal menggunakan kata kiasan tetapi maksud tersebut berlawanan dengan arti yang sebenarnya. Pada Majas Pertentangan memiliki beberapa sub jenis, yaitu:

  • Litotes, yaitu ungkapan yang merendahkan diri, tetapi pada kenyataannya sebaliknya dengan apa yang ia ucapkan.

Contoh: “Rudi baru saja membeli motor butut dari temannya.”

  • Paradoks, yaitu gaya bahasa dengan membandingkan kondisi sebenarnya dengan kondisi kebalikannya.

Contoh: “Di dalam kegelapan Ia merasa terang benderang.”

  • Antitesis, yaitu gaya bahasa dengan memadukan pasangan kata yang berlawanan dalam artinya”.

Contoh: “Setiap orang menyebrang jalan selalu melihat kanan dan kiri agar tidak tertabrak.”

  • Kontradiksi interminus, yaitu suatu gaya bahasa yang menantang ujaran yang telah diungkapkan sebelumnya. Majas ini menggunakan konjungsi, contohnya kecuali atau hanya saja.

Contoh: “Ia terlihat seperti laki-laki, tetapi sifatnya seperti perempuan.”

C. Majas Sindiran

Definisi majas sindiran merupakan suatu gaya bahasa kiasan yang dimaksudkan untuk menyindir kepada seseorang. Pada Majas Sindiran memiliki beberapa sub jenis, yaitu:

  • Ironi, yaitu majas yang memakai kata-kata bertentangan dari fakta yang ada sebenarnya.

Contoh: “Kamar ini bersih sekali, sampai hidung saya tersumbat debu kotoran.”

  • Sinisme, yaitu gaya bahasa yang menyindir seseorang secara langsung

Contoh: “Kuping kamu kotor sekali, tetapi jika dibersihkan kamu menolaknya.”

  • Sarkasme, yaitu gaya bahasa sebuah sindiran yang disampaikan dengan intonasi keras.

Contoh: “Anak buah tidak berguna, kau tidak akan diterima di Kantor manapun!”

D. Majas Penegasan

Pengertian majas penegasan merupakan gaya bahasa yang digunakan untuk menyatakan sesuatu dengan tegas guna meningkatkan pengaruh dan kesan kepada pembaca. Pada Majas Penegasan memiliki beberapa sub jenis, yaitu:

  • Pleonasme, menggunakan kata-kata kiasan dengan makna yang sama, terlihat tidak efektif tetapi disengaja karena untuk penegasan ulang.

Contoh: “Turunkan tangan kamu ke bawah untuk menyiapkan diri ketika upacara.”

  • Repetisi, gaya bahasa yang mengulang kata-kata pada satu kalimat.

Contoh: “Lelaki itu korban, lelaki itu meninggal dunia, dan lelaki itu sudah di makamkan.”

  • Retorik, gaya bahasa yang dilakukan dengan memberi penegasan pada suatu kalimat tanya, yang semestinya tidak perlu untuk dijawab.

Contoh: “Siapa yang siap untuk mati sekarang?”

  • Klimaks, gaya bahasa yang mengurutkan dari sesuatu yang rendah ke tinggi.

Contoh: “Ob, karyawan, bos sedang mengadakan liburan di Bali.”

  • Antiklimaks, yaitu gaya bahasa yang mengurutkan dari sesuatu yang tinggi ke rendah.

Contoh: “Bos, Para karyawan,Ob, akan melakukan evaluasi pada kantornya.”

  • Pararelisme, Gaya bahasa yang dilakukan dengan mengulang-ulang suatu kata pada definisi yang berbeda.

Contoh: “Cinta itu penyayang.”

  • Tautologi, Suatu gaya bahasa yang mengulang kata bersinonim untuk menegaskan suat kondisi tertentu.

Contoh: “Wanita yang ia nikahi adalah wanita yang anggun, cantik, dan menawan.”

Sekian penjelasan tentang pengertian Majas, Macam-macam dan contohnya. Semoga artikel ini bermanfaat.

 

Muhammad Nazar Gamers Indonesia sejak 2007, Menjadi pengurus beberapa Organisasi di DKI Jakarta, Lulusan di salah satu Sekolah favorit di DKI Jakarta, Terjun di bidang blogger ini ingin berbagi pengalaman dan pengetahuan melalui website pribadi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *